Selasa, 17 Juli 2007

Ketika


Ketika hati terasa sempit, terasa kering.
Ketika kata tanpa makna, wajah tanpa roman, ramah yang kerontang.
Ketika bibir tak dapat tersenyum, ketika hati merana, ketika fikir menjadi sendiri..
Ketika niat membengkok, ketika sisi-sisi hati menjadi bersisik...
Ketika canda tak lagi berderai, ketika tawa telah membeku atau justru terlalu melengking...
Hm, ada yang hilang. Kebertautan pada Allah yang berkurang, ikatan jiwa. Ada rantai yang lepas, ada safety-belt yang tak digunakan.
Ketika Qur'an diacuhkan. Bukan tak dibaca, tapi tak dimaknakan.
Ketika Allah cuma jadi sekedar nama. Bukan tak disebut, namun tak terasa Dzat-Nya.
Ketika Nabi Muhammad cuma seorang figur. Bukan tak dikenang, cuma tak dijadikan contoh teladan dalam keseharian.
Ketika rantai-rantai hati terputus, ketika jiwa terlepas dari kemudi...
Ketika religius dianggap terpisah dari karakter kehidupan.
Dalam begitu banyak ketika... pantulan jiwa.
Saat seperti inilah, kata 'kembali' menjadi juru kunci.
back to Allah

0 komentar: