Apakah ia di atas rak bukumu? Terpajang rapi?
Atau di lemari kacamu, terkunci?
Atau menyela di antara tumpukan bukumu, yang berdebu?
Atau menyamping di antara diktat-diktat tebalmu?
Atau di bawah tumpukan karyamu? Yang kau puja-puja lebih darinya?
Atau di tasmu untuk dibawa saja?
Atau kamu anggap ia jimat penolak petaka?
Atau di atas mejamu, sebagai penghias semata?
Atau kamu hidupkan ia di hatimu dengan pemahaman?
Di lisanmu dengan bacaan?
Di gerakmu dengan amalan?
Lalu kau ajarkan?
…Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan. (Q.S. Al-Muzammil: 4)
Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat. (Q.S. Al-An’am: 155)
